** Yang Diingat Akan Hilang – Yang Ditulis Akan Abadi **

Revolusi Industri versi 4.0

in Teknologi by
revolusi industri

Tren teknologi informasi di Indonesia yang menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Sampai saat ini, terdapat 160 juta masyarakat Indonesia yang terakses internet. Keep Reading

Buku Resmi Gratis Belajar Android Studio

in Buku by
buku-belajar-android-gratis-free-download

Demam Aplikasi Android memang melanda!. Orang Indonesia ditantang tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai kreator aplikasi-aplikasi yang nantinya akan berkompetisi di Playstore. Keep Reading

Buku Mudah Membuat dan Berbisnis Aplikasi Android dengan Android Studio

in Buku by

Mudah Membuat dan Berbisnis Aplikasi Android dengan Android Studio berisi panduan langkah demi langkah mudah untuk membuat aplikasi Android dengan Android Studio. Keep Reading

Buku Panduan Mahir Teknologi Informasi

in Buku by

Hampir semua jurusan program studi perkuliahan memberikan dasar-dasar mengenai teknologi TI/SI, ada yang sekedarnya dan ada pula dengan SKS yang cukup besar. Ini dikarenakan keberadaan TI dibutuhkan disemua bidang. Dan TI adalah bagian dari strategi memenangkan persaingan dan menyelesaikan berbagai masalah. Keep Reading

Buku Panduan Shaum (Puasa) Gratis

in Buku by

Semoga buku ini juga bermanfaat untuk rekan-rekan semua. Walaupun bulan Ramadhan telah diarungi berulang-ulang, terkadang ada saja pertanyaan, keraguan dan ketidak tauan tentang perihal ibadah selama sebulan ini. Bisa jadi karena lupa, ragu-ragu atau memang ada hal baru yang ternyata belum pernah kita alami saat sebelumnya. Keep Reading

Perbedaan CEO, Founder dan Owner

in Teknologi by

Sering sekali kita mendengar istilah-istilah jabatan perusahaan terkini, dan terkadang kita agak bingung menyimpulkan sehingga semua dianggap satu arti yakni direktur. Keep Reading

Kenapa Sopir Gerobak Sapi disebut ITU?

in Sejarah by

Kluntunggg..kluntungg…..kluntung…..dan kluntung lagi….(suara nyaring frekuensi tinggi yang menunjukkan kelemotan/kelambatan). Pernah dengar khan? 🙂 Mungkin diwaktu masih kecil atau dulu ketika memang masih ada. Kalau belum juga…mungkin didesa-desa tercinta masih banyak juga kog. Keep Reading

Buku Panduan Puasa Shaum Ramadhan Gratis

in Buku by

Walaupun bulan Ramadhan telah diarungi berulang-ulang, terkadang ada saja pertanyaan, keraguan dan ketidak tauan tentang perihal ibadah selama sebulan ini. Bisa jadi karena lupa, ragu-ragu atau memang ada hal baru yang ternyata belum pernah kita alami saat sebelumnya. Keep Reading

Buku Gratis 333 Maha Tips Optimasi WordPress

in Teknologi by

Setelah melakukan Install WordPress kemudian anda biarkan? dan kemudian bermimpi agar CMS tersebut berkembang sendiri? kayak robot pintar? yaa..elah itu sih ngimpi 🙂 . Begini sob, semua perlu proses. Hasil yang luar biasa, harus dilakukan dengan cara-cara yang tidak biasa…. (kata tokoh di sebelah) . Keep Reading

Landraad Cikal Bakal Pengadilan

in Sejarah by
Landraad

Adakah yang tahu asal muasal pengadilan di negeri ini? Dulu dikenal dengan landraad, landraad (pengadilan) di masa kolonial berlangsung di kantor dan sekaligus kediaman regent (bupati). Ini disebabkan pengadilan kala itu tidak sering terjadi, dan tidak diadakan setiap hari, maka biasanya diadakan di kantor regent (bupati).

UU Hukum Belanda di pengadilan disesuaikan dengan hukum adat yang berkaitan dengan hukum Islam. Karenanya, pengadilan yang terdakwanya warga pribumi harus didampingi oleh seorang kadi yang menguasai hukum fiqih (agama Islam).

Dalam foto di kursi kedua bagian kiri tampak seorang kadi bersorban dengan tekun mengikuti jalannya persidangan. Sedangkan di ujung sebelah kanan tampak wakil dari regent karena peristiwa terjadi di daerahnya.

Menurut sejarawan Dr dr H Rushdy Hoesein, pengadilan di masa kolonial tidak mengenal diskriminasi. Warga Belanda yang diadili juga harus duduk di ubin, tidak peduli pangkat dan jabatannya. Termasuk seorang residen, jabatan semacam bupati sekarang ini yang diisi warga Belanda.

Melihat busana yang mereka pakai, tiga orang yang diajukan sebagai terdakwa rupanya dari keluarga terhormat. Dalam struktur kolonial juga terdapat Asisten Residen.

Contohnya adalah Max Havelaar yang menjadi asisten residen Lebak di Banten. Dia dibantu oleh seorang kontrolir. Pengadilan kolonial tidak mengenal pembela melainkan saksi dan tuduhan dibacakan dalam bahasa Belanda. Bila di pengadilan terdakwa tidak terbukti bersalah, dia akan dibebaskan.

Bila bersalah apalagi sampai melakukan pembunuhan, vonis hakim adalah hukuman gantung. Sementara ketua persidangan menanyakan terdakwa, “Amat apa kowe (kamu, bahasa Jawa) tau dan jelas itu semua tuduhan.” Ketika dijawab si Amat, “Belum jelas tuan besar.” Lalu tuduhan dibacakan dalam bahasa Melayu oleh penerjemah. “Kowe tanggal sekian bulan sekian melakukan penganiyaan hingga korban meninggal dunia,” kata penerjemah.

Apabila si tertuduh menyangkal atas perbuatannya yang dituduhkannya, maka sang kadi akan bertanya, “Apa kamu berani sumpah akan dikutuk Allah bila berdusta?” Biasanya si terdakwa tidak berani berbohong.

Di foto menunjukkan Landraad, pengadilan tempat pribumi diadili. Pati, 1860-an.

Majelis hakimnya diketuai pejabat tinggi berkebangsaan Eropa, biasanya residen/asisten res. Anggotanya pejabat² pribumi dari bupati hingga asisten wedana. Bupati Pati, RAA Tjondroadinegoro, duduk di kursi ketiga dari kiri.

Paling kanan H. Minhat, penghulu Pati. Ia penasehat. Dalam kasus² seperti perceraian dan waris, ia juga jadi hakim. Paling kiri Oei Hotam, kapitan Cina Pati. Untuk urusan pidana, status bangsa Asia Timur disamakan dengan Pribumi, sehingga wakil mereka juga ada di landraad.

Landraad ini di kemudian hari bertransformasi jadi Pengadilan Negeri. Tak heran dalam beberapa bahasa daerah, landrat berarti pengadilan, dilandrat maksudnya diadili.

1 2 3
Go to Top