Semua Yang Diingat Akan Hilang – Dan Yang Ditulis Abadi

ISO/IEC 9126 dan ISO/IEC 25010 Penguji Kualitas Software

in Teknologi by

Software adalah sekumpulan data elektronik berupa program (instruksi untuk menjalankan perintah) yang disimpan dan diatur oleh komputer. Software quality adalah kesesuaian yang diharapkan dari semua software yang akan dibangun dalam hal fungsional yang diutamakan, standar pembangunan software yang terdokumentasi dan karakteristik software itu sendiri.

Untuk mengkaji kualitas software, terdapat berbagai model kualitas yang telah dikembangkan, di antaranya :
– Mc Call Quality model
– Boehm model
– Dromey model
– FURPS model
– ISO 9126 model
– ISO 25010
– Bertoa model
– Gequamo model
– Alvaro model
– Rawashdeh model
– CapGemini Open Source Maturity Model,
– OpenBRR Model
– SQO-OSS Model, dan
– QualOSS Model

Kajian persepsi, maupun kualitas piranti lunak dan juga website dapat menggunakan model-model tersebut.

Model ISO 9126 dan ISO 25010 banyak dimodifikasi dan dikembangkan menjadi berbagai model. Berikut bagan model ISO 9126 dan ISO 25010:

Kualitas perangkat lunak dapat dinilai melalui ukuran-ukuran dan metode-metode tertentu, serta melalui pengujian-pengujian software. Salah satu tolak ukur kualitas perangkat lunak adalah ISO 9126, yang dibuat oleh International Organization for Standardization (ISO) dan International Electrotechnical Commission (IEC).

ISO 9126 adalah standar terhadap kualitas perangkat lunak yang diakui secara internasional. ISO 9126 mendefinisikan kualitas produk perangkat lunak, model, karakteristik mutu, dan metrik terkait yang digunakan untuk mengevaluasi dan menetapkan kualitas sebuah produk software. Selain itu, standar ISO juga harus dipenuhi dari sisi manajemen. Jika manajemennya tidak memenuhi standar ISO maka hasil kerjanya pun tidak dapat diberikan sertifikat standar ISO.

ISO 9126

Faktor kualitas menurut ISO 9126 meliputi enam karakteristik kualitas sebagai berikut:

  1. Functionality (Fungsionalitas). Kemampuan perangkat lunak untuk menyediakan fungsi sesuai kebutuhan user dan memuaskan user. Menunjukkan eksistensi sekumpulan fungsi dan sifat-sifatnya masing-masing. Dimana fungsi memenuhi kebutuhan yang dinyatakan atau diimplementasikan.
  2. Reliability (Kehandalan). Kemampuan perangkat lunak untuk mempertahankan tingkat kinerja tertentu/ performance dari software (ex: akurasi, konsistensi, kesederhanaan, toleransi kesalahan).
  3. Usability (Kebergunaan). Kemampuan perangkat lunak untuk dipahami, dipelajari, digunakan, dan menarik bagi pengguna. Atribut-atribut yang menentukan upa yang diperlukan untuk penggunaan dan penilaian penggunaan oleh sekumpulan pengguna.
  4. Efficiency (Efisiensi). Kemampuan perangkat lunak untuk memberikan kinerja yang sesuai dan relatif terhadap jumlah sumber daya yang digunakan pada saat keadaan tersebut (ex: efisiensi penyimpanan). Diartikan juga sebagai hubungan antara tingkat kinerja software dan jumlah sumberdaya yang dibutuhkan dibawahkondisi-kondisi tertentu.
  5. Maintainability (Pemeliharaan). Kemampuan perangkat lunak untuk dimodifikasi. Modifikasi meliputi koreksi, perbaikan atau adaptasi terhadap perubahan lingkungan, persyaratan, dan spesifikasi fungsional (ex: konsistensi). Diartikan juga sebagai upaya yang diperlukan untuk melakukan perubahan-perubahan tertentu
  6. Portability (Portabilitas). Kemampuan perangkat lunak untuk ditransfer dari satu lingkungan ke lingkungan lain atau kemampuan software beradaptasi saat digunakan di area tertentu (ex: self documentation, teratur). Dengan kata lain adalah kemampuan software untuk ditransformasikan dari satu lingkungan ke lingkungan lainnya

Masing-masing karakteristik atau faktor kualitas perangkat lunak model ISO 9126 dibagi menjadi beberapa sub-karakteristik kualitas, yaitu:

  1. ISO 9126-Functionality (Fungsionalitas)
SUB-KARAKTERISTIK DESKRIPSI
Suitability (kecocokan)Kemampuan perangkat lunak untuk menyediakan serangkaian fungsi yang sesuai untuk tugas-tugas tertentu dan tujuan pengguna.
Accuracy (keakuratan)Kemampuan perangkat lunak dalam memberikan hasil yang presisi dan benar sesuai dengan kebutuhan.
Security (kemanan)Kemampuan perangkat lunak untuk mencegah akses yang tidak diinginkan, menghadapi penyusup (hacker) maupun otorisasi dalam modifikasi data.
InteroperabilityKemampuan perangkat lunak untuk berinteraksi dengan satu atau lebih sistem tertentu.
Compliance (kepatuhan)Kemampuan perangkat lunak dalam memenuhi standar dan kebutuhan sesuai peraturan yang berlaku.

2. ISO 9126-Reliability (Reliabilitas)

SUB-KARAKTERISTIK DESKRIPSI
Maturity (Kematangan)Kemampuan perangkat lunak untuk menghindari kegagalan sebagai akibat dari kesalahan dalam perangkat lunak.
Fault tolerance (Tolerasni Kesalahan)Kemampuan perangkat lunak untuk mempertahankan kinerjanya jika terjadi kesalahan perangkat lunak.
Recoverability (Kemampuan untuk pulih)Kemampuan perangkat lunak untuk membangun kembali tingkat kinerja ketika terjadi kegagalan sistem, termasuk data dan koneksi jaringan.

3. ISO 9126-Usability (Usabilitas)

SUB-KARAKTERISTIK DESKRIPSI
UnderstandibilityKemampuan perangkat lunak dalam kemudahan untuk dipahami.
LearnabilityKemampuan perangkat lunak dalam kemudahan untuk dipelajari.
OperabilityKemampuan perangkat lunak dalam kemudahan untuk dioperasikan.
Attractiveness (Daya Tarik)Kemampuan perangkat lunak dalam menarik pengguna.

4. ISO 9126-Efficiency

SUB-KARAKTERISTIK DESKRIPSI
Time behavior (Perilaku Waktu)Kemampuan perangkat lunak dalam memberikan respon dan waktu pengolahan yang sesuai saat melakukan fungsinya.
Resource behavior (Pemanfaatan Sumber daya)Kemampuan perangkat lunak dalam menggunakan sumber daya yang dimilikinya ketika melakukan fungsi yang ditentukan.

5. ISO 9126-Maintainability

SUB-KARAKTERISTIK DESKRIPSI
Analyzability (Kemudahan dianalisis)Kemampuan perangkat lunak dalam mendiagnosis kekurangan atau penyebab kegagalan.
Changeability (Kemudahan diganti)Kemampuan perangkat lunak untuk dimodifikasi tertentu.
StabilityKemampuan perangkat lunak untuk meminimalkan efek tak terduga dari modifikasi perangkat lunak.
Testability (Kemudahan diuji)Kemampuan perangkat lunak untuk dimodifikasi dan divalidasi perangkat lunak lain.

6. ISO 9126-Portability (Portabilitas)

SUB-KARAKTERISTIK DESKRIPSI
Adaptability (Kemudahan Adaptasi)Kemampuan perangkat lunak untuk diadaptasikan pada lingkungan yang berbeda-beda.
Instalability (Kemudahan dipasang)Kemampuan perangkat lunak untuk diinstal dalam lingkungan yang berbeda-beda.
CoexistenceKemampuan perangkat lunak untuk berdampingan dengan perangkat lunak lainnya dalam satu lingkungan dengan berbagi sumber daya.
Replaceability (Kemudahan diganti)Kemampuan perangkat lunak untuk digunakan sebagai sebagai pengganti perangkat lunak lainnya.

Faktor kualitas usabilitas adalah salah satu faktor kualitas yang harus terimplementasi pada sebuah perangkat lunak. Usabilitas dapat didefinisikan sebagai derajat kemampuan sebuah perangkat lunak untuk membantu penggunanya menyelesaikan sebuah tugas atau menyelesaikan masalah. Keberhasilan sebuah sistem untuk membantu penggunanya menyelesaikan suatu tugas ditentukan oleh kombinasi factor-faktor diatas.

Khusus sistem informasi, memiliki karakteristik yang berbeda dengan perangkat lunak lain. Model kualitas ISO/IEC 25010 adalah sebuah model kualitas yang memperbaiki model kualitas sebelumnya yaituISO/IEC 9126.

Salah satu dari perbaikannya adalah penambahan karakteristik keamanan. Selain itu, ISO/IEC 25010 digunakan karena fleksibilitas dangeneralitas, yang membuatnya mudah diadaptasikan dengan model kualitas untuk mengukur domain aplikasi spesifik.

Model kualitas ISO/IEC 25010 digunakan sebagai kerangka untuk mengukur kualitas keamanan pada perangkat lunak aplikasi sistem informasi.

Evaluasi kualitas keamanan perangkat lunak sistem informasi akademik bertujuan untuk mengetahui kualitas keamanan sebuah perangkat lunak sistem informasi akademik.

Dari hasil pengukuran dengan menggunakan kerangka model kualitas ISO/IEC 25010 menunjukkan bahwa model kualitas ISO/IEC 25010 bisa menghasilkan sebuah nilai keamanan terintegrasi dibanding dengan standar pengukuran kualitas yang ada.

Kerangka kualitas ISO/IEC 25010 juga mampu meningkatkan nilai keamanan pada perangkat lunak sistem informasi.

ISO/IEC 25010

Ada lima faktor kualitas yang terdapat pada model kualitas ISO/IEC 25010, yaitu :

• Kerahasian (Confidentiality)

Kerahasian (Confidentiality) menilai seberapa besar perlindungan dari pengungkapan tidak-sah yang diberikan sistem informasi terhadap data/informasi yang termuat dalam sistem.

• Integritas.

Integritas menilai seberapa akurat dan lengkap asset-aset sebuah sistem informasi dapat dipelihara. Pada sistem informasi, asset yang dimaksud adalah data/informasi yang terkait dengan proses-proses yang dibutuhkan

• Akuntabilitas.

Akuntabilitas menilai seberapa jauh aktivitas sebuah entitas (pengguna dan sistem) bisa ditelusuri ke belakang sampai ke entitas itu sendiri. Data/informasi pada sistem informasi hanya bisa diakses oleh stakeholder pemilik sistem informasi atau yang sudah ditentukan. Beberapa informasi memiliki keterbatasan sehingga hanya pengguna dengan otoritas tertentu yang bisa mengakses data.

• Keotentikan (Authentication)

Keotentikan (Authentication) menilai seberapa jauh identitas subjek yang bisa berupa pengguna atau sistem, bisa dibuktikan benar. Pada sistem informasi, ada banyak pengguna dengan kepentingan berbeda-beda dan hak akses berbeda-beda. Sehingga perlu membuktikan identitas pengguna agar data/informasi bisa dilindungi dari pengungkapan yang tidak sah.

• Kepatuhan Keamanan (Security Compliance)

Kepatuhan keamanan menilai sejauh mana sebuah Software atau aplikasi mengikuti standar-standar dan regulasi-regulasi yang berlaku, khususnya yang terkait dengan keamanan sistem. Faktor kualitas kepatuhan keamanan menjadi penting sistem informasi itu sendiri yang berubah sesuai dengan regulasi yang berlaku

Dapat disimpulkan bahwa model kualitas ISO/IEC25010 mampu meningkatkan nilai keamanan sebuah perangkat lunak sistem informasi atau software secara umum.

"SUKALAH Menolong...Pasti Allah akan Menolongmu.." Telp/SMS/WA 0858-7903-7920 | 0818-43-82-89 Mail : yuda@mipa.uns.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

Latest from Teknologi

pmbok5 vs pmbok6

PMBOK 5 vs PMBOK 6

Project Management Body of Knowledge (PMBOK) , bagi rekan rekan yang sudah
Go to Top