Semua Yang Diingat Akan Hilang – Dan Yang Ditulis Abadi

inovasi yudho yudhanto

Membangun Budaya Inovasi

in Motivasi by

Menurut Luecke (2003:2), inovasi merupakan suatu proses untuk mewujudkan, mengkombinasikan, atau mematangkan suatu pengetahuan/gagasan ide, yang kemudian disesuaikan guna mendapat nilai baru suatu produk, proses, atau jasa.

Inovasi selalu berawal dari kreatifitas. Tanpa jalan itu maka Inovasi hanyalah mimpi. Inovasi juga berarti buah kreatifitas yang mempunyai nilai lebih (value added). Sedangkan kreatifitas adalah cara yang berbeda dalam menuju atau menyelesaikan sebuah masalah.

Membangun budaya inovasi sangat erat hubungannya dengan teori segitiga dari Edgar Schein, yakni bagaimana memadukan antara Artifacts, Values dan Assumptions

(1) Artifacts diartikan sebagai hal-hal fisik yang dikondisikan dan terlihat secara nyata. Contoh agar semua kreatif maka kantor dan ruangan dicat warna warni, dimana-mana ada quote dan disediakan kebutuhan pokok ketika bekerja secara gratis

(2) Value diartikan sebagai nilai atau aturan-aturan

  • Visible : aturan-aturan pendukung yang tertulis
  • Invisible : aturan-aturan yang tak tertulis cenderung menjadi budaya

(3) Assumptions. Cara terbaik untuk membuat budaya inovasi adalah dengan bermain di layer Assumptions. Assumptions berarti anggapan, penerimaan atau keyakinan.

Asumsi, akan merubah –> Behaviors, dan prilaku akan merubah –> Budaya

Berikut contoh dari sisi Assumptions :

  1. Takut berpendapat –> Berani Berpendapat
  2. Cari yang AMAN saja –> Berani esperimen
  3. Fixed Mindset –> Berubah Growth/Open Mindset
  4. Cara yang sama terus padahal beda situasi–> Berani Lebih Adaptif dan Agile

Nah untuk mencapai ini harus ada perubahan dari atasan dengan komitmen dan contoh :

Jika sudah difahami oleh semua pendukung atau orang dalam organisasi. Maka setiap orang akan mengerti apa yang boleh dan apa yang tidak boleh

Jika semua orang dalam organisasi sudah melakukan secara fokus, konsisten dan terjalin dalam komunikasi yang jelas. Maka akan muncul asumsi baru sebagai penggerak untuk merubah perilaku dan akhirnya menjadi budaya inovasi bersama.

Nah untuk mendapatkan inovasi yang terbaik, maka dibutuhkan otak-otak kreatif yang semuanya bisa dipelajari (bukan bawaan lahir).

Berikut adalah 3 Cara praktis untuk melatih Otak agar Kreatif :

  1. Untuk mencari bahan-bahan sumber anekaragam untuk membakarnya dan menyatukan maka bawalah diri pada hal tidak biasa, hal yang tidak rutin, ketempat yang tidak biasa, perilaku dan lingkungan yang berbeda.
  2. Read and reflex. Kombinasikan dari berbagai sumber sesuai passion yang diinginkan sehingga ada puzzle yang dibuat berdasar ilmu-ilmu yang sudah dibaca
  3. Rajin berlatih untuk bertanya/jawab mengenai fungsi pada satu hal. Adakah fungsi lain dari hal tersebut. Misal : mengkritisi fungsi alat.

"SUKALAH Menolong...Pasti Allah akan Menolongmu.." Telp/SMS/WA 0858-7903-7920 | 0818-43-82-89 Mail : yuda@mipa.uns.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

Go to Top