Semua Yang DIINGAT Akan Hilang – Yang DITULIS Akan Abadi

daging laboratorium

Daging Masadepan dari Laboratorium

in Umum by

Dengan populasi dunia yang mencapai sekitar 9 miliar pada tahun 2050, diperkirakan permintaan daging akan meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2010. Kondisi saat ini peternakan sudah menempati 70 persen dari lahan yang tersedia sehingga patut ditanyakan apakah mungkin untuk memproduksi dan mengonsumsi daging sebanyak itu dengan kondisi lingkungan saat ini.

Daging kultur, daging budidaya, atau juga disebut daging laboratorium adalah daging yang ditumbuhkan dari kultur sel hewan. Dengan memanfaatkan teknologi mutakhir, sel otot pembentuk daging dapat ditumbuhkan di dalam laboratorium dengan cara rekayasa jaringan, yakni sebuah teknik yang biasanya digunakan untuk pengobatan regeneratif. Burger daging kultur pertama dibuat oleh Mark Post dari Universitas Maastricht pada 2013. Teknologi daging kultur ini memiliki potensi untuk menjawab aneka masalah pangan dunia, seperti dampak lingkungan akibat peternakan dan produksi daging, masalah kesejahteraan hewan, ketersediaan pangan, serta kesehatan.

Berikut ini adalah tahapan proses dalam pembuatan Daging masa depan :

  1. Isolasi Sel
    Sel satelit adalah sel punca dewasa, yakni sel pemula yang ditemukan di dekat sel otot. Sel ini diisolasi dari hewan dengan cara biopsi. Sel ini biasanya diaktifkan sebagai akibat terjadinya luka atau stres sehingga tubuh dapat menumbuhkan kembali sel otot. Kemampuan inilah yang dimanfaatkan ilmuwan untuk mengembangkan sel otot (daging) hewan.
  2. Proliferasi
    Tujuan dari tahap ini adalah untuk menghasilkan sebanyak mungkin sel satelit yang kemudian digunakan untuk menumbuhkan banyak sel otot. Sel yang ditetapkan akan terdiferensiasi dalam tahap berikutnya.
  3. Diferensiasi dan Fusi
    Sel satelit yang kelaparan ini tumbuh di media kultur, kemudian ditetapkan menjadi mioblas kemudian miosit. Miosit akan terangkai dan bergabung menjadi miotub.
  4. Pemolesan
    Serat otot dicampur dengan sel lemak dan zat tambahan untuk meniru tekstur dan rasa gurih daging. Sel otot ini kemudian dibentuk menjadi seperti daging cincang burger.

Beberapa hal yang menjadi polemik, yaitu :

  1. Alasan lingkungan
    Para ahli setuju bahwa teknik pertanian dan peternakan saat ini sangat menguras sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta bersifat tidak berkelanjutan. Sebaliknya, daging yang dibudidayakan bisa jauh lebih ramah lingkungan.
  2. Alasan Moral (etik dan kesejahteraan hewan)
    Daging kultur yang diproduksi tanpa menyembelih hewan pada akhirnya dapat mengurangi derita hewan. Perusahaan Mosa Meat memperkirakan bahwa jumlah sapi bisa turun dari 1,2 miliar ekor menjadi sekitar 30.000 ekor jika daging kultur dapat diterima dengan baik oleh konsumen.
  3. Alasan Kesehatan
    Tidak diperlukan antibiotik apa pun untuk membuat kultur sel, karena pengembangannya yang steril. Dengan demikian, penggunaan antibiotik yang berlebihan pada ternak akan dapat dibatasi. Penggunaan antibiotik berlebihan dapat menyebabkan kuman patogen menjadi resisten terhadap antibiotik. Selain itu daging kultur akan bebas dari patogen, seperti Salmonela atau listeria
  4. Harga/biaya
    Saat ini harga daging kultur masih sangat mahal. Burger kultur lab pertama pada tahun 2013 dijual dengan harga 250.000 euro (Rp4.057.837.747). Tetapi, sejak saat itu efisiensi dan skala tekniknya telah disempurnakan. Mosa Meat memperkirakan bahwa burger yang sama akan ada di pasaran dalam 3-4 tahun mendatang dengan harga sekitar 10 euro (Rp 162.313)
  5. Skala
    Satu burger membutuhkan miliaran sel dan banyak hambatan dalam meningkatkan prosesnya. Prosedur baru menggunakan bioreaktor berkapasitas 25.000 l (bisa menumbuhkan 400.000 kg daging) dengan manik-manik mikro untuk meningkatkan pertumbuhan sel daging ke segala arah.
  6. Rasa dan Penerimaan oleh konsumen
    Pertanyaannya adalah apakah masyarakat dapat menerima untuk mengonsumsi daging yang ditumbuhkan secara in vitro di laboratorium? Saat ini prosesnya sedang dibuat setransparan mungkin untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Selain itu, banyak peraturan yang akan diberlakukan untuk memastikan keamanan dan kualitas daging kultur.

Dengan demikian, daging laboratorium bisa menjadi jawaban atas dilema masyarakat modern: permintaan dan konsumsi daging kian meninggi tiap tahun, tapi industrinya selalu dikritik sebagai penyebab makin parahnya pemanasan global. Jika pemerintah dan korporasi sudah mendukung penuh, pertanyaannya bukan lagi soal ketersediaan barang, tapi kesediaan masyarakat dunia untuk mengonsumsinya. Siap menyantap daging laboratorium di meja makan Anda?

"Helping others is the secret sauce to a happy life." Contact : 0858-7903-7920 | 0818-43-82-89 eMail : yuda@mipa.uns.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest from Umum

finlandia negara bahagia

Negara Terbahagia Finlandia

Kucinya adalah setara dan sauna. Orang-orang Nordik tidak direpotkan mengejar kesuksesan menurut
Go to Top