Semua Yang DIINGAT Akan Hilang – Yang DITULIS Akan Abadi

proses tahapan animasi yudho yudhanto

Tahapan Pembuatan Animasi 3D

in Desain by

Sebenarnya takb erbeda jauh dengan proses pembuatan animasi 2D dalam pra-produksi dan post-produksi, hanya saja proses produksinya ada sedikit perbedaan. Hal tersebut karena animasi 3D memiliki bentuk, volume, dan ruang. Sehingga membutuhkan beberapa proses tambahan agar terlihat nyata.

A. Tahapan Pertama (PRE-PRODUCTION)

(1) Ide & Konsep
Pencarian gagasan ide & konsep diusahakan memiliki keistimewaan, keunggulan, dan unik sehingga menarik untuk diulas. Ide & konsep animasi bisa meliputi kisah nyata, dongeng, legenda, fantasi/fiksi, dan lain-lain. Buatlah sekreatif mungkin sesuai selera kamu.

(2) Skenario/Script
Pembuatan naskah/alur cerita animasi. Script merupakan bentuk pengembangan dari ide & konsep yang telah menjadi cerita utuh dan siap untuk eksekusi ke tahap selanjutnya. Script yang menarik akan menentukan keberhasilan dari film animasi yang dibuat. Maka dari itu, script haruslah jelas dan imajinatif.

(3) Design Character
Berawal dari sketsa model objek yang meliputi gambar tampak depan, samping, dan perspektif. Untuk model karakter sketsa harus dilengkapi berbagai ekspresi wajah seperti senang, sedih, marah dan lain-lain yang bertujuan memudahkan modelling agar menjadi karakter utuh.

(4) Storyboard
Bentuk visual/gambar dari skenario berupa panel-panel gambar latar belakang dan angle dalam adegan yang akan ditampilkan. Biasanya di samping panel gambar disediakan tempat kosong yang berfungsi untuk menuliskan info seperti angle, layout/staging, durasi, timing, dialog, dan lain-lain. Sebaiknya storyboard dibuat dalam bentuk yang jelas dan mudah dipahami agar memudahkan dalam proses pembuatan animasinya.

Proses Pembuatan Model 3D

B. Tahapan Kedua (PRODUCTION)
Tahap produksi adalah inti dari keseluruhan proses, tahap ini sangat mempengaruhi visual dan kualitas gambar pada hasil akhir. Terdapat beberapa proses didalamnya seperti Perancangan Layout, R&D, Character, Texturing, Rigging, Animation, VFX, Lighting, dan Rendering.

(1) Layout
Perancangan Layout adalah proses awal produksi, karena mengandung informasi visual yang berupa sketsa atau gambaran yang lebih detail tentang scene pada setiap animasi yang akan dibuat. Layout sangat diutamakan untuk background, dan digambar secara hitam putih juga lebih cenderung menggambarkan rancangan secara detail agar mempercepat proses animasi.

(2) R&D
R&D atau Research and Development dibutuhkan untuk pengujian efektivitas produksi animasi yang bersifat analisis supaya dapat berfungsi di masyarakat luas. Proses ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan pengguna. Jadi, produksi animasi kita dapat dinikmati dan dimengerti oleh penonton. Tetapi proses ini tidak wajib dilakukan jika kalian sudah mengetahui dan menerapkan maksud dan alasan kenapa kalian membuat animasi tersebut.

Dalam hal ini juga direncanakan Character yang akan digunakan. Pembuatan karakter tergantung pada 2 hal, keterampilan menggambar tangan atau secara digital (komputer). Jika kalian memiliki keahlian dalam menggambar manual dengan tangan, proses pembuatan karakter bahkan background akan sangat mempercepat proses pembuatan. Gambarlah karakter berupa sketsa diatas kertas, lalu scan dan impor kedalam komputer. Lakukan sedikit penyuntingan sketsa, kalian dapat juga menggambar ulang sketsa agar terlihat lebih rapi, dan nantinya dibutuhkan untuk rigging. Warnai karakter. Dan untuk penggambar digital, dibutuhkan imajinasi yang kuat agar dapat menggambar langsung pada komputer dengan dokumen blank tanpa jiplakan hasil gambar tangan manual.

(3) Modeling
Tahap modeling adalah tahap dimana hasil pra produksi berupa production design yang meliputi character design, environment design maupun property design, di model atau di “patung” secara digital, proses ini sangat membutuhkan ketelitian dan kejelian, hal yang diutamakan dalam hal ini adalah pemahaman tentang topologi permukaan bentuk dari objek yang kita model, model dibagi beberapa susunan yang mendukung dan berkaitan satu sama lain diantaranya vertex (dapat disederhanakan sebagai titik yang membangun sebuah garis), edge (garis yang membangun bidang) yang terakhir adalah polygon (bidang) yang membentuk kesatuan model.

Perubahan transformasi dasar yaitu rotasi, posisi dan skala memungkinkan ketiga elemen tersebut menciptakan bentuk model yang sesuai dengan desain model yang sudah di rencanakan pada tahap pra-produksi, hal yang menjadi dasar dalam pemodelan character design adalah topologi permukaan model dan susunan polygon yang mempunyai susunan quad (mempunyai 4 sudut). Beberapa alat modeling yang mempunyai fungsi berbeda dengan perangkat lunak yang lain antara lain iron yang berguna untuk merapihkan titik (vertex) yang tidak sejajar atau mempunyai topologi yang kurang bagus permukaannya, seperti pada Gambar 1 dan 2 dan contoh hasil pada

(4) Texturing
Untuk hasil yang lebih maksimal, penambahan tekstur pada setiap desain sangat direkomendasikan. Pada dasarnya, setiap desain harus memiliki warna, dan tekstur adalah pelengkapnya. Misalkan, kita sudah mempunyai gambar baju dengan warna merah, alangkah baiknya jika baju tersebut kita tambahkan tekstur kain agar terlihat lebih nyata.

Texturing adalah proses dimana model diberi pewarnaan untuk mengindentifikasi material, apakah material mempunyai sifat seperti apa, sebagai contoh dalam character design kita mengidentifikasi material dan tekstur kulit dari character yang kita buat, ataupun material tekstur dari benda-benda property design, misalnya memberi tekstur dan material sebuah benda dari besi jadi bagaimana proses kita memanfaatkan tekstur, warna dan lain-lain yang bertujuan memberikan sifat yang secara visual seperti yang kita inginkan. Dalam proses texturing kita harus mendefinisikan pemetaan objek model kita untuk menempatkan tekstur sesuai dengan posisi koordinat objek, proses ini sering disebut unwraping model, ketika bagian objek sudah ditentukan bagaimana melakukan proses tersebut kita bisa memilah tekstur mana untuk bagian mana.

(5) Rigging
Pada animasi berbasis komputer, rigging sudah menjadi bagian penting dari proses pembuatan animasi. Berbeda dengan tradisional, yang hampir keseluruhannya membutuhkan keahlian dalam menggambar tangan. Rigging berguna untuk menambahkan tulang dan sendi pada karakter yang telah kita buat. Agar dapat kita gerakkan secara terpisah dan lebih praktis. Untuk pergerakkan, animator dapat mengatur keyframe sebagai poin perpindahan. Buatlah karakter dengan 3 sudut pandang yang berbeda, seperti sudut pandang dari depan, serong, dan samping.

(6) Animation
Jika tahap diatas sudah dipersiapkan, langkah selanjutnya adalah melakukan animasi. Semua pergerakkan bergantung kepada storyboard, dimana setiap adegan sudah dicatat dengan jelas. Impor bahan-bahan yang dibutuhkan seperti background, karakter, juga komponen atau objek lainnya. Gerakkan setiap komponen dan jangan sampai keluar dari panduan storyboard yang sudah dibuat.

Dalam tahap ini produksi dan penyelesaian adegan dibuat sesuai dengan hasil animatic ataupun hasil editing offline cut, dengan acuan waktu ataupun komposisi kamera yang sudah ditetapkan pada tahap pra-produksi yang akan menghasilkan potongan-potongan adegan atau animation footage yang pada akhirnya akan diproses kembali pada tahap paska produksi yaitu proses editing, tetapi tetap disertakan head & tail dalam pembuatan animation footage tersebut.

Tahap ini dalam serial animasi 3D kebanyakan dibagi menjadi dua proses animasi yaitu gesture pergerakan tubuh dan mimik atau ekspresi wajah maupun sinkronisasi ucapan dengan audio dubbing. Kalau dalam perangkat Lunak Maxon Cinema 4D menyediakan fitur point morph yaitu fitur memanfaatkan perubahan posisi vertex yang direkam secara terpisah sehingga perubahan morphing dapat dilakukan, perubahan tersebut bisa diatur dengan mendefinisikan slider pada pengaturannya.

(7) VFX
Penambahan VFX atau Visual Effects dibutuhkan untuk menghiasi animasi yang mengandung unsur elemen seperti api, air, asap, cahaya, dan masih banyak lagi. VFX cenderung diaplikasikan untuk kebutuhan yang tidak bisa dibuat dengan gambar ataupun animasi. Efek ini banyak dibuat pada software 3D.

(8) Lighting
Pencahayaan dapat menghidupkan gambar yang flat atau datar, dan kuat dalam menggambar situasi agar lebih terasa oleh penonton. Pencahayaan dapat diatur dengan penambahan bayangan atau cahaya manual, atau dengan tool pencahayaan khusus pada aplikasi tertentu.

Pencahayaan scene dalam serial Animasi 3D mempunyai sistem yang harus dapat dirubahrubah sesuai dengan adegan, apakah memproduksi scene dalam keadaan pencahayaan luar ataupun dalam ruang, pengaruh keadaan atau pencahayaan yang menyangkut waktu misalnya pagi, siang, sore atau keadaan suasana malam.

(9) Rendering
Ini adalah proses yang mengakhiri tahap produksi, rendering berguna untuk mengubah atau menerbitkan project animasi pada software untuk mendapatkan hasil video dalam format file tertentu. Didalam proses ini, kalian dapat menentukan konversi, format, bit rate, resolusi, dan opsi lain sesuai kebutuhan.

Proses ini adalah runtutan proses paling akhir dalam produksi, di mana animasi yang sudah dilakukan masih berupa polygon-polygon yang digerakan diubah menjadi raster gambar, bisa berupa file digital berbentuk movie ataupun sequential sehingga akan siap untuk masuk dalam proses editing. Beberapa preset rendering dalam perangkat lunak tentunya sudah disediakan tetapi mengingat serial animasi 3D merupakan konsumsi yang terkadang dituntut kejar tayang sehingga penggunaan standar rendering saja sudah optimal.

C. Tahapan Ketiga (Pasca Produksi/Post Production)

Jika tahap produksi sudah berhasil dilewati maka tahap pasca produksi merupakan proses finishing. Tahap ini menugaskan kita untuk dapat menambahkan modifikasi akhir yang dapat membuat terlihat lebih bagus. Tetapi jangan terlalu banyak menambahkan modifikasi atau hiasan akhir, dan usahakan agar hasil akhir tetap didalam jalur tujuan atau tidak terlalu rumit untuk ditonton. Terdapat beberapa proses didalamnya seperti Compositing, Color Correcting, Dubbing / Musik / Sound Effects, dan Final Output.

(1) Compositing
Compositing atau bisa juga disebut dengan proses penggabungan hasil render dari tahap produksi sebelumnya, proses ini sangatlah membutuhkan keterampilan dalam video editing. Kalian harus memotong cuplikan yang tidak dibutuhkan dan menggabungkan scene-scene yang terdapat didalam animasi yang sedang dibuat. Biasanya dalam proses ini, penambahan transisi video selalu diaplikasikan. Compositing sangat mempengaruhi durasi film beserta scene didalam nya.

(2) Color Correcting
Bagaimanapun, warna adalah unsur penting dalam suatu gambar tetap ataupun gerak. Warna dapat menghidupkan bahkan menghasilkan aura tertentu. Maka dari itu, Color Correcting sangatlah penting dalam tahap Paksa Produksi. Proses ini dapat mengubah panorama film sesuai mood, kita bisa gunakan beberapa efek warna untuk diaplikasikan ke film animasi yang sedang kita buat. Diantaranya Color Corrector, Color Channel, RGB Settings, Hue/Saturation, dan lainnya.

(3) Dubbing / Musik / Sound Effects
Beberapa produser, filmmaker, editor, ataupun animator memiliki cara tersendiri dalam melakukan proses dubbing atau penambahan suara pada film mereka. Ada yang terbiasa dengan merekam atau menambahkan audio pada tahap Pra-Produksi, Produksi, bahkan Paska Produksi. Hal ini bebas dilakukan jika film yang kita kerjakan adalah film animasi.

Poin pertama, misalkan kita mempersiapkan audio pada saat Pra-Produksi, maka proses animasi (misal: animasi mulut) pada tahap Produksi akan mencontoh hasil dubbing dari tahap Pra-Produksi. Jika merekam atau menambahkan audio pada saat Produksi, proses pengaplikasian audio akan bersamaan dengan proses animasi.

Dan pada saat Paska Produksi, ini adalah waktu yang tepat bagi saya untuk merekam dan menambahkan audio. Saya selalu membuat animasi mulut, kedipan mata, dan objek lainnya terlebih dahulu pada tahap Produksi dan menggunakan imajinasi seakan-akan suara sudah terekam. Lalu, saya hafalkan suara yang sudah saya pikirkan pada saat proses animasi tersebut.

Setelah itu, pada tahap Pasca Produksi, saya mulai merekam dubbing atau audio lainnya dengan mencontoh animasi yang belum diisi suara. Apabila dialog tidak begitu panjang, kita tidak perlu mencontoh pergerakkan animasi tersebut. Jika proses rekaman sudah selesai, usahakan tambahkan audio setelah proses Compositing dan Color Correcting. Sesuaikan dengan animasi. Jangan lupa tambahkan musik atau sound effect nya juga. Alasan saya mengutamakan animasi lalu audio yaitu karena dapat memudahkan proses penyuntingan, jika animasi yang menyesuaikan audio, proses penyuntingan animasi akan lebih lama (apalagi dengan komputer seadanya). Berbeda dengan / jika audio yang menyesuaikan animasi, proses rekaman lebih ringan dan praktis daripada proses animasi itu sendiri.

(4) Final Output
Untuk proses akhir, yaitu Final Output. Proses ini adalah puncak dari keseluruhan produktivitas pembuatan film Animasi 2D maupun 3D. Final Output bisa dilakukan dengan proses exporting atau rendering. Pada proses ini, kalian akan mengatur atau menentukan opsi akhir secara detail untuk format film sesuai dengan kebutuhan. Sama seperti proses Rendering pada tahap Produksi, namun Final Output adalah proses akhir dan setelah itu tidak akan ada lagi proses penyuntingan yang dibutuhkan.

Semoga bermanfaat. Perkuat Imajinasi, Sering berlatih sampai dengan menghasilkan karya …

"Helping others is the secret sauce to a happy life." Contact : 0858-7903-7920 | 0818-43-82-89 eMail : yuda@mipa.uns.ac.id

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest from Desain

webdesain ui ux

Web Design vs UI/UX Design

Rekan-rekan Web desain merupakan bagian dari Front-end dalam sebuah aplikasi. Membicararakan web
Go to Top