Semua Yang DIINGAT Akan Hilang – Yang DITULIS Akan Abadi

TEKNIK SCAMPER

Mencari Inovasi dengan Teknik SCAMPER

in Pendidikan/Start-Up/Teknologi by

Teknik SCAMPER adalah sebuah metode kreatif yang digunakan untuk menghasilkan ide-ide baru dengan memanipulasi atau memodifikasi komponen-komponen yang ada dari suatu produk, layanan, atau konsep. Teknik ini dikembangkan oleh Alex Faickney Osborn, seorang penulis dan konsultan periklanan terkenal, yang juga merupakan tokoh di balik konsep brainstorming pada tahun 1953.

SCAMPER adalah singkatan dari:

  1. Substitute (Menggantikan): Menggantikan satu komponen dengan yang lain atau mencari alternatif yang lebih baik.
  2. Combine (Menggabungkan): Menggabungkan dua atau lebih elemen atau konsep menjadi satu.
  3. Adapt (Menyesuaikan): Mengubah elemen untuk menyesuaikan dengan kebutuhan baru atau lingkungan baru.
  4. Modify (Memodifikasi): Memodifikasi bagian dari produk atau layanan untuk meningkatkan atau mengubah fungsinya.
  5. Put to another use (Menggunakan dengan cara lain): Menggunakan produk atau layanan dalam konteks atau tujuan yang berbeda.
  6. Eliminate (Menghilangkan): Menghilangkan komponen yang tidak perlu atau mengganggu.
  7. Reverse (Membalikkan): Memutar balik atau membalikkan elemen untuk melihat apakah ada cara baru atau sudut pandang yang menarik.

Contoh Pertanyaan dalam mencari ide inovasi baru

  1. SUBSTITUDE / PENGGANTI
    1. Bahan atau sumber daya apa yang dapat Anda gantikan atau tukar untuk meningkatkan produk?
    2. Produk atau proses lain apa yang dapat Anda gunakan?
    3. Aturan apa yang bisa Anda gantikan?
    4. Dapatkah Anda menggunakan produk ini di tempat lain, atau sebagai pengganti yang lain?
    5. Apa yang akan terjadi jika Anda mengubah perasaan atau sikap Anda terhadap produk ini?
  2. COMBINE / MENGGABUNGKAN
    1. Apa yang akan terjadi jika Anda menggabungkan produk ini dengan yang lain, untuk membuat sesuatu yang baru?
    2. Bagaimana jika Anda menggabungkan tujuan atau sasaran?
    3. Apa yang bisa Anda kombinasikan untuk memaksimalkan penggunaan produk ini?
    4. Bagaimana Anda bisa menggabungkan bakat dan sumber daya untuk menciptakan pendekatan baru terhadap produk ini?
  3. ADAPT / MENYESUAIKAN
    1. Bagaimana Anda bisa menyesuaikan atau menyesuaikan kembali produk ini untuk melayani tujuan atau penggunaan lain?
    2. Seperti apa produk itu?
    3. Siapa atau apa yang bisa Anda tiru untuk menyesuaikan produk ini?
    4. Konteks lain apa yang bisa Anda masukkan ke dalam produk Anda?
    5. Produk atau ide lain apa yang dapat Anda gunakan untuk inspirasi?
  4. MODIFY / MEMODIFIKASI
    1. Bagaimana Anda bisa mengubah bentuk, tampilan, atau nuansa produk Anda?
    2. Apa yang bisa Anda tambahkan untuk memodifikasi produk ini?
    3. Apa yang bisa Anda tekankan atau soroti untuk menciptakan nilai lebih?
    4. Elemen apa dari produk ini yang dapat Anda perkuat untuk menciptakan sesuatu yang baru?
  5. PUT TO ANOTHER USE / TETAPKAN UNTUK PENGGUNAAN LAIN
    1. Bisakah Anda menggunakan produk ini di tempat lain, mungkin di industri lain?
    2. Siapa lagi yang bisa menggunakan produk ini?
    3. Bagaimana produk ini berperilaku berbeda di pengaturan lain?
    4. Bisakah Anda mendaur ulang limbah dari produk ini untuk membuat sesuatu yang baru?
  6. ELIMINATE / MENGHAPUSKAN
    1. Bagaimana Anda bisa merampingkan atau menyederhanakan produk ini?
    2. Fitur, bagian, atau aturan apa yang bisa Anda hilangkan?
    3. Apa yang bisa Anda anggap remeh atau nada rendah?
    4. Bagaimana Anda bisa membuatnya lebih kecil, lebih cepat, lebih ringan, atau lebih menyenangkan?
    5. Apa yang akan terjadi jika Anda mengambil bagian dari produk ini? Apa yang akan Anda miliki di tempatnya?
  7. REVERSE / BALIK
    1. Apa yang akan terjadi jika Anda membalik proses ini atau mengurutkan hal-hal secara berbeda?
    2. Bagaimana jika Anda mencoba melakukan kebalikan dari apa yang Anda coba lakukan sekarang?
    3. Komponen apa yang dapat Anda ganti untuk mengubah urutan produk ini?
    4. Peran apa yang bisa Anda balikkan atau tukar?
    5. Bagaimana Anda bisa mengatur ulang produk ini?

Sejarah SCAMPER dapat ditelusuri kembali ke pemikiran Osborn tentang kreativitas dan inovasi. Osborn mengembangkan konsep SCAMPER sebagai bagian dari upayanya untuk membantu orang-orang berpikir lebih kreatif dan menghasilkan ide-ide baru yang inovatif.

Teknik SCAMPER telah terbukti menjadi alat yang berguna dalam menghasilkan ide-ide baru dalam berbagai konteks, termasuk desain produk, pengembangan bisnis, dan solusi masalah. Dengan menggunakan pendekatan SCAMPER, seseorang dapat mengeksplorasi berbagai kemungkinan dengan mempertimbangkan kembali elemen-elemen yang ada dan menghasilkan ide-ide baru yang inovatif dan kreatif.

Dalam konteks menemukan ide, SCAMPER dapat digunakan sebagai panduan untuk memandu proses berpikir kreatif. Dengan mempertimbangkan setiap aspek SCAMPER secara sistematis, seseorang dapat melihat produk, layanan, atau konsep dari berbagai perspektif yang berbeda dan mengidentifikasi potensi perubahan atau modifikasi yang dapat menghasilkan ide-ide baru yang menarik dan berharga.

Contoh Penerapan SCAMPER

Misalnya, Anda adalah pengusaha es krim. Berdasar pengamatan, Anda menemukan bahwa kesadaran masyarakat semakin tinggi akan kesehatan, sehingga sebagian besar dari mereka memperhatikan pola makan dan asupan gizi. Melihat situasi itu, Anda mencoba berinovasi untuk membuat varian es krim yang rendah karbohidrat dan kaya vitamin. Melalui metode SCAMPER, Anda bisa membuat beberapa alternatif pemikiran seperti:

  • Substitute: Apakah susu almon dan kedelai bisa menggantikan susu sapi untuk membuat es krim?
  • Combine: Apakah es krim almon/kedelai cocok dikombinasikan dengan roti seperti sandwich?
  • Adapt: Apakah tekstur dan komposisi es krim sudah cocok dengan konsumen Anda atau sesuai dengan es krim pada umumnya?
  • Modify: Apa saja varian rasa yang bisa diterima oleh konsumen? Apakah perlu menambahkan cita rasa tradisional seperti rasa es doger, cendol, atau es teler?
  • Put to another use: Apakah es krim ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan selain yang memperhatikan kesehatan? Apakah es krim ini bisa dijadikan cemilan diet?
  • Eliminate: Apakah ada elemen yang perlu dihilangkan dari es krim ini? Misalkan menyederhanakan tampilan cup es krim.
  • Reverse: Apakah urutan persentase resep es krim dapat diubah?

Meskipun teknik SCAMPER memiliki banyak keuntungan dalam menghasilkan ide-ide baru dan merangsang pemikiran kreatif, ada beberapa kelemahan yang perlu dipertimbangkan:

  1. Keterbatasan dalam Penghasilan Ide Baru: Meskipun SCAMPER dapat membantu dalam memodifikasi dan memanipulasi ide-ide yang sudah ada, teknik ini mungkin tidak selalu menghasilkan ide-ide yang sepenuhnya baru atau revolusioner. Ini karena SCAMPER terutama berfokus pada memanfaatkan elemen-elemen yang sudah ada, bukan menciptakan sesuatu dari awal.
  2. Ketergantungan pada Logika Konvensional: SCAMPER bergantung pada modifikasi dan manipulasi logika konvensional, yang mungkin tidak selalu memungkinkan terciptanya solusi yang benar-benar inovatif atau out-of-the-box. Ini karena teknik ini terutama berfokus pada memanfaatkan apa yang sudah diketahui daripada menjelajahi wilayah yang sepenuhnya baru.
  3. Membutuhkan Kreativitas yang Terlatih: Meskipun SCAMPER dapat digunakan oleh siapa saja, teknik ini mungkin membutuhkan tingkat kreativitas yang terlatih untuk menghasilkan ide-ide yang berharga. Orang yang kurang terlatih dalam kreativitas mungkin mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan teknik ini secara efektif.
  4. Ketergantungan pada Konteks yang Diketahui: SCAMPER sangat tergantung pada pemahaman tentang konteks yang ada, sehingga ide-ide yang dihasilkan mungkin terbatas oleh pemahaman tersebut. Jika seseorang tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang konteks atau masalah yang dihadapi, maka hasilnya mungkin kurang bermakna atau kurang efektif.

Meskipun memiliki kelemahan-kelemahan ini, teknik SCAMPER tetap menjadi alat yang berguna dalam merangsang pemikiran kreatif dan menghasilkan ide-ide baru dalam berbagai konteks. Dengan memahami batasannya dan menggunakan teknik ini secara fleksibel, seseorang dapat memaksimalkan potensinya dalam menghasilkan solusi yang inovatif dan kreatif.

"Helping others is the secret sauce to a happy life." Contact : 0858-7903-7920 | 0818-43-82-89 eMail : yuda@mipa.uns.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest from Pendidikan

Go to Top