Semua Yang DIINGAT Akan Hilang – Yang DITULIS Akan Abadi

metaverse

Memasuki Jagat Metaverse

in Teknologi by

Penjelajahan manusia ke alam metaverse alias dunia lain berbasis teknologi virtual mengalami kemajuan yang pesat. Beberapa bulan lalu setelah sejumlah perusahaan mengumumkan akan mengembangkan dunia lain itu, kini mereka berlomba mencari tenaga kerja untuk mengembangkan teknologi tersebut.

Mereka juga berinvestasi besar-besaran di alam baru itu. Sejumlah lembaga pendanaan dibentuk. Awal pekan ini Facebook telah mengumumkan akan merekrut 10.000 tenaga baru di Eropa untuk mengembangkan dunia lain berbasis teknologi digital atau metaverse. Gegap gempita metaverse juga muncul di Indonesia. Ada yang menyebut Indonesia berpeluang memulai pengembangan metaverse pada 3-4 tahun ke depan. Presiden Joko Widodo juga pernah menyebut metaverse bisa digunakan untuk sarana dakwah dan pengajian virtual.

CEO Arutala, perusahaan rintisan berbasis teknologi realitas virtual (VR) dan realitas tertambahkan (AR), Indra Haryadi dalam siaran pers mengatakan, Arutala memiliki beberapa misi ke depan, termasuk menjadi pionir pengembangan inovasi metaverse di Indonesia.

Metaverse adalah dunia yang melampaui kenyataan sekarang ini dan berbasis dunia virtual seperti yang ada di media sosial, dilengkapi berbagai teknologi seperti VR dan AR sehingga ”manusia” bisa hadir.

Telepon pintar realitas virtual bernama Shiftall Megane X digunakan untuk mendapatkan pengalaman metaverse yang ditampilkan selama CES Unveiled menjelang Consumer Electronics Show (CES), 3 Januari 2022 di Las Vegas, Amerika Serikat.
Telepon pintar realitas virtual bernama Shiftall Megane X digunakan untuk mendapatkan pengalaman metaverse yang ditampilkan selama CES Unveiled menjelang Consumer Electronics Show (CES), 3 Januari 2022 di Las Vegas, Amerika Serikat.

Dunia sudah berlari kencang. Penyanyi Justin Bieber sudah tampil di salah satu platform metaverse. Jual beli lahan virtual juga sudah dilakukan. Microsoft dan Sony sama-sama tengah mengerjakan perangkat keras, yaitu Xbox dan Playstation. Mereka juga terlibat dalam pengembangan game masa depan. Selama ini Microsoft memiliki Minecraft, yang dapat dilihat sebagai platform yang mirip dengan Roblox, dan Sony telah menginvestasikan hampir setengah miliar dollar AS di Epic Games.

Di samping itu, banyak perusahaan lain yang mengembangkan metaverse ini, seperti Nvidia, Roblox, Unity, dan Tencent. Beberapa analis menyebutkan, sejumlah perusahaan yang selama ini mengembangkan berbagai perangkat digital juga tengah membangun metaverse, tetapi mereka tak mengumumkan secara terang-terangan. Mereka menyebut Walt Disney kemungkinan akan masuk. Tren ini kini berdampingan dengan tren yang lahir lebih awal, yaitu mata uang kripto. Orang penasaran dengan perkembangan terbaru. Tidak sedikit di antara mereka yang takut kehilangan peluang atau kesempatan.

Perbincangan yang muncul dan ramai pada awal tahun ini ternyata bukan kabar kabur semata, tetapi sejumlah perusa-haan benar-benar menindak lanjuti dan bergegas membangun dunia lain itu. Tidak mengherankan apabila di mesin pencari kini kita mudah untuk mendapatkan tips-tips berinvestasi di metaverse, bahkan termasuk berinvestasi di pasar modal.

Para investor mulai rajin mengintip dan mendengarkan gosip aksi korporasi perusahaan-perusahaan digital yang diduga akan mengembangkan metaverse. Beberapa perusahaan teknologi yang baru mengetahui teknologi ini juga bersiap untuk masuk. Situasi ini mirip dengan yang terjadi di industri keuangan di Indonesia saat ini. Sejumlah investor menunggu kalangan perbankan yang hendak membangun bank digital. Begitu muncul pengumuman, saham-saham bank digital itu langsung naik sangat tinggi. Orang berharap bisa menyimpan saham itu dan akan menikmati keuntungan dari kenaikan harga saham pada masa depan.

Seorang peserta mendemonstrasikan rompi Owo, yang memungkinkan pengguna merasakan sensasi fisik selama pengalaman metaverse
Seorang peserta mendemonstrasikan rompi Owo, yang memungkinkan pengguna merasakan sensasi fisik selama pengalaman metaverse

Menurut mereka, banyak investor mengaku diperkenalkan dengan kata kunciteknologi baru itu ketika CEO Facebook Inc Mark Zuckerberg baru-baru ini mengatakan visi jangka panjang perusahaannya, yaitu akan membangun metaverse. Metaverse mungkin merupakan istilah baru bagi investor, tetapi idenya sudah ada sejak lama.

Konsep metaverse adalah tentang dunia atau lingkungan virtual terintegrasi di mana ”orang” hidup, bekerja, dan bermain. Para investor optimistis dengan konsep ini karena meski sepertifiksi ilmiah, banyak bukti fiksi ini menjadi kenyataan, seperti tentang mobil yang dapat mengemudi sendiri, telepon pintar, atau bahkan internet itu sendiri. Pada awalnya semua itu merupakan konsep fiksi ilmiah di satu titik. Karena keyakinan ini, mereka memborong sejumlah saham perusahaan teknologi karena yakin konsep ini akan terwujud.

Laman Morningstar yang memberikan analisis tentang saham-saham perusahaan teknologi menyebutkan, dunia teknologi imersif sedang mengalami pergeseran seismik saat inovasi baru dengan cepat mengubah dunia digital yang kita huni. Salah satunya adalah munculnya metaverse yang disebut-sebut oleh sejumlah kalangan sebagai masa depan dunia internet.

Bahkan, mereka melihat metaverse dianggap sebagai penemuan berikutnya dalam teknologi. Mereka membuat definisi lain tentang metaverse, yaitu dunia maya komunal kolosal yang dibangun di atas persimpangan realitas virtual dan realitas tertambahkan. Apabila terwujud, ini adalah dunia yang imersif di mana jutaan pengguna, atau avatar mereka, dapat masuk dan keluar dari banyak aktivitas saat mereka bersosialisasi, bekerja, dan bermain didalam dunia lain itu.

Tiga perusahaan, yaitu Facebook, Microsoft, dan Walt Dis-ney, sangat bertaruh pada investasi metaverse. Mereka menuangkan miliaran dollar AS dalam teknologi yang dirancang untukmembawa dunia fisik dan virtual lebih dekat dari sebelumnya. Ketiga perusahaan di atas dengan mewakili proposisi masing-masing diperkirakan bakal menarik para investor yang ingin sejak awal ikut memainkan tren besar pada masa depan.

Seorang penulis di laman The Washington Post, Gene Park, juga menyebut, evolusi internet berikutnya adalah metaverse. Evolusi ini sedang berlangsung. Dunia lain ini memang masih lebih bersifat konseptual daripada nyata hadir, tetapi perusahaan-perusahaan di Silicon Valley di California hingga Cary di North Carolina tengah memburu teknologi yang pas untuk mengembangkan metaverse.

Kelly Taylor mencoba pengalaman belanja virtual metaverse di stan LOTTE Data Communication selama pameran teknologi CES, Rabu, 5 Januari 2022, di Las Vegas (bawah).
Kelly Taylor mencoba pengalaman belanja virtual metaverse di stan LOTTE Data Communication selama pameran teknologi CES, Rabu, 5 Januari 2022, di Las Vegas (bawah).

Tidak jelas seperti apa bentuk metaverse kelak ketika menunjukkan hasil. Akan tetapi, sekarang ini beberapa investor telah membentuk dana metaverse. Di dalamnya terdapat dewan penasihat dari berbagai industri. Orang dapat langsung berinvestasi di dalamnya.

Pandemi

Sementara itu, sekelompok orang dari berbagai industri, termasuk jurnalisme dan gim, memulai sebuah lembaga pendanaan bernama Exchange Traded Fund (ETF) di New York Stock Exchange. Lembaga ini terdiri atas beberapa perusahaan sekuritas yang biasa memperdagangkan sejumlah produk keuangan yang kelak akan mendanai pengembangan metaverse. ETF disponsori dan dikelola oleh Roundhill Investments.

Mereka menyebut benih metaverse sebenarnya telah ada selama beberapa dekade. Pandemi dan karantina global tidak hanya meningkatkan kesadaran akan istilah metaverse, tetapi juga mempercepat pembentukannya. Kunci utama dari metaverse sebenarnya adalah tren dari pertemuan tatap muka dan sosialisasi secara langsung ke kehidupan daring yang selama dua tahun terakhir ini sangat masif karena pandemi. Keadaan ini telah mempercepat pengembangan metaverse.

Situasi seperti sekarang ini menyebabkan orang memahami proses dalam hal bagaimana konten dibuat dan didistribusikan. Kesediaan konsumen untuk berpartisipasi membuat konten dan terlibat dalam komunikasi di dalam semua platform digital juga makin mempercepat pengembangan dunia lain ini. Sebuah berkah selama pandemi. Inovasi dan investasi metaverse bukan lagi sekadar isapan jempol. Kita menunggu perusahaan teknologi Indonesia ikut dalam pengembangan inovasi internet masa
depan ini.

Andreas Maryoto (Kompas 07.01.2022)

"Helping others is the secret sauce to a happy life." Contact : 0858-7903-7920 | 0818-43-82-89 eMail : yuda@mipa.uns.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest from Teknologi

apa itu gamification

Apa itu Gamification?

Pasti pernah ya mantengin lembur di marketplace hanya demi mendapatkan poin/diskon di
Go to Top